NAMA: YAYANG BACHTIAR R. N
NPM: 1C414369
KELAS: 2IB06
Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan
jumlah penduduk pada suatu daerah maupun negara. Adapun faktor – faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan
penduduk. Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan
penduduk adalah faktor non alami.
A. LANDASAN PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA
Penduduk adalah orang atau sekumpulan
orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negara, dan pulau) yang
tercatat sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di tempat
tersebut. Berdasarkan tempat lahir dan lama tinggal penduduk suatu daerah dapat
dibedakan menjadi empat golongan, yaitu penduduk asli, penduduk pendatang,
penduduk sementara, dan tamu.
- Penduduk asli adalah orang yang
menetap sejak lahir.
- Penduduk pendatang adalah orang
yang menetap, tetapi lahir dan berasal dari tempat lain.
- Penduduk sementara adalah orang
yang menetap sementara waktu dan kemungkinan akan pindah ke tempat lain karena
alasan pekerjaan, sekolah, atau alasan lain.
- Tamu adalah orang yang berkunjung
ke tempat tinggal yang baru dalam rentang waktu beberapa hari dan akan kembali
ke tempat asalnya.
Yang mendasari perkembangan penduduk di
Indonesia adalah banyaknya masyarakat yang menikahkan anaknya yang masih muda.
Dan gagalnya program (KB) Keluarga Berencana yang di usung oleh pemerintah
untuk menekan jumlah penduduk Indonesia. Karena faktor – faktor tersebut tidak
dapat berjalan dengan semestinya, maka penduduk Indonesia tidak terkendali
dalam perkembangannya. Karena perkembangan penduduk yang sangat tidak
terkendali, maka banyak terjadinya kemiskinan, pengangguran, kriminalitas,
gelandangan, anak jalanan, dan sebagainya.
B. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN
Bertambahnya penduduk jelas akan bertambah
pula kepadatan pemukiman. Hal ini diakibatkan bertambahnya populasi manusia
yang semakin banyak. Ini jelas akan terjadi kejenuhan yang ada di kota-kota
besar seperti Jakarta . Bertambahnya penduduk jelas mempengaruhi lingkungan
seperti banyaknya sampah dan tata ruang atau kota yang sangat buruk dan
menghilangkan keindahan kota.
Lingkungan yang padat penduduknya biasanya
dapat mengurangi keindahan tempat pemukiman tersebut seperti banyaknya sampah
karena banyaknya penduduk yang membuang sampah sembarangan .
Karena bertambah pesatnya penduduk terjadi
kesenjangan sosial, salah satunya rusaknya lingkungan pemukiman penduduk yang
seharusnya pemukiman itu tertata bersih, nyaman, dan indah terawat tetapi semua
berubah terbalik menjadi kotor dan berantakan.
C. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN TINGKAT PENDIDIKAN
Selain merupakan sasaran pembangunan,
penduduk juga merupakan pelaku pembangunan. Maka kualitas penduduk yang tinggi
akan lebih menunjang laju pembangunan ekonomi. Usaha yang dapat dilakukan
adalah meningkatkan kualitas penduduk melalui fasilitas pendidikan, perluasan
lapangan pekerjaan dan penundaan usia kawin pertama.
Di negara-negara yang anggaran pendidikannya
paling rendah, biasanya menunjukkan angka kelahiran yang tinggi. Tidak hanya
persediaan dana yang kurang, tetapi komposisi usia secara piramida pada
penduduk yang berkembang dengan cepat juga berakibat bahwa rasio antara guru
yang terlatih dan jumlah anak usia sekolah akan terus berkurang. Akibatnya,
banyak negara yang sebelumnya mengarahkan perhatian terhadap pendidikan
universitas, secara diam-diam mengalihkan sasarannya.
Helen Callaway, seorang ahli antropologi
Amerika yang mempelajari masayakat buta huruf, menyimpulkan bahwa perkembangan
ekonomi dan perluasan pendidikan dasar telah memperluas jurang pemisah antara
pria dan wanita. Hampir di mana-mana pria diberikan prioritas untuk pendidikan
umum dan latihan-latihan teknis. Mereka adalah orang-orang yang mampu
menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia. Sebaliknya pengetahuan dunia
ditekan secara tajam pada tingkat yang terbawah.
Pertambahan penduduk yang cepat, lepas
daripada pengaruhnya terhadap kualitas dan kuantitas pendidikan, cenderung
untuk menghambat perimbangan pendidikan. Kekurangan fasilitas pendidikan
menghambat program persamaan/perimbangan antara laki-laki dan wanita, pedesaan
dan kota, dan antara bagian masyarakat yang kaya dan miskin.
Pengaruh daripada dinamika penduduk terhadap
pendidikan juga dirasakan pada keluarga. Penelitian yang dilakukan pada beberapa
negara dengan latar belakang budaya yang berlainan menunjukkan bahwa jika
digabungkan dengan kemiskinan, keluarga dengan jumlah anak banyak dan jarak
kehamilan yang dekat, menghambat perkembangan berfikir anak-anak, berbicara dan
kemauannya, di samping kesehatan dan perkembangan fisiknya. Kesulitan orang tua
dalam membiayai anak-anak yang banyak, lebih mempersulit masalah ini.
Pertambahan penduduk yang cepat menghambat
program-program perluasan pendidikan, juga mengarah pada aptisme di dunia yang
kesulitan untuk mengatasinya.
Tingkat pendidikan adalah tahapan pendidikan
yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang
akan dicapai dan kemampuan yang dikembangkan (UU RI No. 20 Tahun 2003 Bab I,
Pasal I ayat 8).
Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan
formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.
Jenjang pendidikan formal terdiri atas jenjang pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan pendidikan tinggi. Sebagai persiapan untuk memasuki pendidikan dasar
diselenggarakan kelompok belajar yang disebut pendidikan prasekolah. Pendidikan
prasekolah belum termasuk jenjang pendidikan formal, tetapi baru merupakan
kelompok sepermainan yang menjembatani anak antara kehidupannya dalam keluarga
dengan sekolah.
D. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PENYAKIT YANG BERKAITAN
DENGAN LINGKUNGAN HIDUP
Seiring dengan bertambahnya penduduk
Indonesia maka negeri ini akan banyak menghadapi masalah, seperti : tata ruang
kota yang jelek, sanitasi air limbah rumah tangga semakin parah, dan banyak
bermunculan penyakit – penyakit.
Wilayah kawasan kumuh menurut Bank Dunia
(1999) merupakan bagian yang terabaikan dalam pembangunan perkotaan. Hal ini
ditunjukkan dengan kondisi sosial demografis di kawasan kumuh seperti kepadatan
penduduk yang tinggi, kondisi lingkungan yang tidak layak huni dan tidak
memenuhi syarat serta minimnya fasilitas pendidikan, kesehatan dan sarana
prasarana sosial budaya.
Tumbuhnya kawasan kumuh terjadi karena tidak
terbendungnya arus urbanisasi. Di saat banjir, lingkungan yang kumuh sering
terjangkit penyakit seperti : malaria, demam berdarah, gatal –gatal, penyakit
kulit, dan sebagainya. Di karenakan pada saat banjir, selokan – selokan yang
ada di permukiman kumuh tersumbat oleh sampah yang mereka buang sendiri dan tata
ruang kota yang kurang baik.
Selain itu banyaknya wilayah hijau di
perkotaan sekarang beralih fungsi sebagai bangunan – bangunan pencakar langit,
mal – mal yang banyak. Sehingga daya serap air di wilayah perkotaan sangat
sedikit. Dengan sedikitnya air yang di serap di wilayah tersebut maka
terjadilah genangan air yang semakin lama semakin membesar dengan terjadinya
hujan. Dengan terjadinya bencana banjir, maka datang lagi bencana selanjutnya
yaitu penyakit yang menjadi wabah paling ampuh saat banjir.
Banyaknya wabah penyakit yang di jangkit oleh
masyarakat saat banjir, itu semua sangat menggangu kesehatan masyarakat. Karena
air banjir membawa berbagai macam penyakit yang sebagian besar di sebarkan oleh
tikus dan nyamuk.
Oleh sebab itu, Langkah-langkah strategis
yang perlu dilakukan untuk penataan lingkungan permukiman kumuh adalah:
1. Lebih mengefektifkan penertiban administrasi kependudukan bekerja sama dengan perangkat desa yang mewilayahi permukiman kumuh di Kota Denpasar.
2. Penataan kembali lingkungan dengan penyediaan kamar mandi dan jamban umum, program sanimas dan pengelolaan sampah swadaya di permukiman kumuh.
3. Peningkatan perilaku hidup sehat masyarakat
4. Sosialisasi kebijakan pemerintah kota terkait dengan program penataan kembali permukiman kumuh perlu lebih digalakkan dengan melibatkan kelompok masyarakat di permukiman kumuh.
5. Perlu dilakukan studi lanjutan untuk menggali informasi yang lebih luas terkait dengan penataan kembali lingkungan permukiman kumuh.
1. Lebih mengefektifkan penertiban administrasi kependudukan bekerja sama dengan perangkat desa yang mewilayahi permukiman kumuh di Kota Denpasar.
2. Penataan kembali lingkungan dengan penyediaan kamar mandi dan jamban umum, program sanimas dan pengelolaan sampah swadaya di permukiman kumuh.
3. Peningkatan perilaku hidup sehat masyarakat
4. Sosialisasi kebijakan pemerintah kota terkait dengan program penataan kembali permukiman kumuh perlu lebih digalakkan dengan melibatkan kelompok masyarakat di permukiman kumuh.
5. Perlu dilakukan studi lanjutan untuk menggali informasi yang lebih luas terkait dengan penataan kembali lingkungan permukiman kumuh.
E. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN KELAPARAN
Kekurangan gizi dan angka kematian anak
meningkat di sejumlah kawasan yang paling buruk di Asia dan Pasifik kendati ada
usaha internasional untuk menurunkan keadaan itu, kata sebuah laporan badan
kesehatan PBB hari Senin.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan
bahwa sasaran kesehatan yang ditetapkan berdasarkan delapan Tujuan Pembangunan
Milenium PBB tahun 2000 tidak akan tercapai pada tahun 2015 berdasarkan
kecnderungan sekarang.
“Sejauh ini bukti menunjukkan bahwa kendati
ada beberapa kemajuan, di banyak negara, khususnya yang paling miskin, tetap
ketinggalan dalam kesehatan,” kata Dirjen WHO Lee Jong Wook dalam laporan itu.
Kendati tujuan pertama mengurangi kelaparan,
situasinya bahkan memburuk sementara negara-negara miskin berjuang mengatatasi
masalah pasokan pangan yang kronis, kata data laporan itu.
Antara tahun 1990 dan 2002– data yang paling
akhir– jumlah orang yang kekurangan makanan meningkat 34 juta di indonesia dan
15 juta di Surabaya dan 47 juta orang di Asia timur, kata laporan tersebut.
Proporsi anak berusia lima tahun ke bawah
yang berat badannya terlalu ringan di Surabaya, tenggara dan timur meningkat
enam sampai sembilan persen antara tahun 1990 dan 2003, sementara hampir tidak
berubah (32 persen).
Lebih dari separuh anak-anak di Asia selatan
kekurangan gizi, sementara rata-rata di negara-negara berkembang tahun 2003
tetap sepertiga.
“Meningkatnya pertambahan
penduduk dan produktivitas pertanian yang rendah merupakan alasan utama
kekurangan pangan di kawasan-kawasan ini,” kata laporan itu.
Kelaparan cenderung terpusat di daerah-daerah
pedesaan di kalagan penduduk yang tidak memilki tanah atau para petani yang
memiliki kapling yang sempit untuk memenunhi kebutuhan hidup mereka,” tambah
dia. Tidak ada satupun negara-negara miskin dapat memenuhi tantangan mengurangi
tingkat kematian anak. Kematian bayi meningkat tajam di Surabaya antara tahun
1999 dan 2003, yang menurut data terakhir yang diperoleh, dari 90 sampai 126
anak per 1.000 kelahiran hidup. Juga terjadi peningkatan tajam dari 38 menjadi
87 per 1.000 kelahiran hidup. “Untuk sebagian besar negara kemajuan dalam
mengurangi kematian anak juga akan berjalan lambat karena usaha-usaha
mengurangi kekurangan gizi dan mengatasi diare, radang paru-paru, penyakit yang
dapat dicegah dengan vaksin dan malaria tidak memadai,” kata laporan itu.
Berdasarkan kecenderungan sekarang, WHO
memperkirakan pengurangan dalam angka kematian dikalangan anak berusia dibawah
lima tahun antara tahun 1990 dan 2015 akan menjadi sekitar seperempat, kurang
dari dua pertiga dari yang diusahakan.
Usaha untuk mengatasi kematian ibu juga
sulit, kata laporan WHO itu. Tingkat kematian ibu diperkirakan akan menurun
hanya di negara-negara yang telah memiliki tingkat kematian paling rendah
sementara sejumlah negara yang mengalami angka terburuk bahkan sebaliknya.
WHO memperkirakan 504.000 dan 528.000
kematian dalam setahun karena komplikasi dalam kehamilan dan kelahiran terjadi
di Surabaya tingginya laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran di
Indonesia tersebut, diperparah dengan pola penyebaran penduduk yang tidak
merata. “Jika semua itu, tidak segera dikendalikan, maka hal itu akan jadi
beban buat kita semua. Karena itu, baik pria maupun wanita harus memaksimalkan
program KB, untuk mengurangi jumlah penduduk lapar tersebut, maka menurut Diouf
diperlukan peningkatan produksi dua kali lipat dari sekarang pada tahun 2050.
Peningkatan produksi ini khususnya perlu terjadi di negara berkembang, di mana
terdapat mayoritas penduduk miskin dan lapar.
Jumlah penduduk
dunia yang mengalami kelaparan meningkat sekitar 50 juta jiwa selama tahun 2007
akibat dari kenaikan harga pangan dan krisis energi. sejauh ini bukti
menunjukkan bahwa Meningkatnya pertambahan penduduk akan menambah
dinegara-negara mana pun karean populasi pertumbuhan penduduk tidak akan
berhenti, sedangkan kelaparan dapat diatasi bila akan memikirkan kesitu.
E. KEMISKINAN DAN KETERBELAKANGAN
Pertumbuhan sangat berkaitan dengan kenaikan ataupun penurunan angka
kematian dan kelahiran selain itu juga sangat berpengaruh dengan angka
kemiskinan dan keterbelakangan yang mengakibatkan semakin menurunnya otonomi
daerah tersebut.Hal itu terjadi dikarenakan beberapa hal seperti keadaan
ekonomi yang mengakibatkan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehingga banyak
orang yang mengalami kemiskinan dan keterbelakangan karena dalam kebutuhan
pokok yang mereka makan bisa jadi tidak bergizi dan tidak mengandung protein
yang menunjang sehingga menyebabkan keterbelakngan mental, fisik, maupun
sosial.
Kemiskinan adalah kurangnya kebutuhan dasar
manusia seperti air bersih , gizi , perawatan kesehatan , pendidikan , pakaian
dan tempat tinggal, karena ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tersebut.
Kemiskinan relatif adalah kondisi memiliki sumber daya yang lebih sedikit atau
penghasilan kurang daripada yang lain dalam masyarakat atau negara, atau
dibandingkan dengan rata-rata di seluruh dunia. Selain itu juga hal tersebut
bisa terjadi karena para masyarakat di indonesia ini masih banyak yang tidak
berminat dengan pendidikan sehingga mereka buta akan ilmu pengetahuan dan
menjadikan keterbelakangan.
Jika kemiskinan terjadi hal buruk yang ada
pada masyarakat ini adalah masih banyak orang yang tidak mau mencari usaha atau
malas bekerja, selain itu juga tidak mau belajar sehingga yang ada hanya
kemiskinan yang mereka punya, tidak hanya kemiskinan secara material tetapi
kemiskinan pada ilmu pengetahuan dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar