PENGERTIAN
Processor sering disebut sebagai otak dan pusat pengendali computer yang didukung oleh kompunen lainnya. Processor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Processor terletak pada socket yang telah disediakan oleh motherboard, dan dapat diganti dengan processor yang lain asalkan sesuai dengan socket yang ada pada motherboard. Salah satu yang sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan komputer tergantung dari jenis dan kapasitas processor.
Prosesor adalah chip yang sering disebut “Microprosessor” yang sekarang ukurannya sudah mencapai Gigahertz (GHz). Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang banyak beredar dipasatan adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel. Bagian dari Prosesor Bagian terpenting dari prosesor terbagi 3 yaitu :
⦁ Aritcmatics Logical Unit (ALU)
⦁ Control Unit (CU)
⦁ Memory Unit (MU)
Intel Corporation
adalah sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di AS dan terkenal dengan rancangan dan produksi mikroprosesor dan mengkhususkan dalam sirkuit terpadu. Intel juga membuat kartu jaringan, chipset papan induk, komponen, dan alat lainnya. Intel memiliki projek riset yang maju dalam seluruh aspek produksi semikonduktor, termasuk MEMS.
KEUNGGULAN PROSESOR INTEL
Pada beberapa jenis prosesor intel di atas sebenarnya sudah diberikan beberapa penjelasan tentang keunggulan intel sesuai dengan spesifikasinya. Namun secara umum prosesor intel memiliki enggulan antara lain:
⦁ Temperatur pada Intel dapat diatur oleh processornya sendiri (processor akan mengurangi kecepatan jika processor terlalu panas.
⦁ Pipeline pada intel lebih panjang dibanding prosesor lain seperti AMD
⦁ Intel menang di brand image dan marketnya.
⦁ Pada prosesor Intel Pentium 4 harga standard, kinerjanya lumanyan cepat.
⦁ Beberapa uji joba permorma ternyata prosesor intel lah yang kuat dalam hal apapun disbanding prosesor lain (AMD).
⦁ Prosesor Intel lebih kuat dari porsesor AMD pada aplikasi multimedia,
KELEMAHAN PROSESOR INTEL
Beberapa kelemahan prosesor intel antara lain:
⦁ Lemah untuk urusan grafis , gaming dan program 3D bila dibanding dengan AMD misalnya.
⦁ Untuk menggunakan prosesor Intel anda harus mengeluarkan banyak biaya apalagi dengan performanya tinggi yang di hasilkan oleh prosesor Intel yaitu Intel i7
Sejarah dan Perkembangan Processor Intel
RAM STATIS
Dimulai pada tahun 1969, Intel mengumumkan produk pertamanya, RAM statis 1101, metal oxide semiconductor (MOS) pertama di dunia. Ia memberikan sinyal pada berakhirnya era memori magnetis.
Selanjutnya dikembangkan lagi pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel, microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.
Lanjut ke tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya yaitu 4004. Pada tahun 1974, 8080 Microprocessor Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan.
Setelah itu di tahun 1978, 8086-8088 Microprocessor menjadi sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.
Terakhir pada tahun 1982, Intel 286 Microprocessor atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.
MICROPROCESSOR
Perkembangan Intel berlanjut pada tahun 1985, Intel386™ Microprocessor. Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004.
Kemudian pada tahun 1989, Intel486™ DX CPU Microprocessor merupakan prosesor pertama dengan lebih 1 juta transistor. Sebelumnya sudah dikenal generasi XT i186, dilanjutkan dengan generasi AT i286, i386 hingga i486. i486 dengan chip 32 bit ini bekerja dengan clock sampai 100MHz.
PENTIUM I
Intel Pentium series rilis pada tahun 1993, Intel® Pentium® Processor yang lebih dikenal dengan Pentium I dengan lebih dari 3 juta transistor.
Chip ini menyimpan sebuah bug.
Pentium berjalan dengan kesalahan proses yang paling parah sepanjang sejarah. Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.
Kemudian pada tahun 1995, Intel® Pentium® Pro Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.
PENTIUM II
Pada tahun 1997, Intel® Pentium® II Processor yang merupakan perkembangan berikutnya dengan clock hingga 450 MHz dan menampung sekitar 7,5 juta transistor diintegrasikan dengan chace level 2 (L2).
Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.
Tahun 1998 Processor ekonomis Intel® Pentium II Xeon® Processor dengan basis Pentium II tetapi tanpa ketersediaan chace level 2 (L2). Processor ini dikenal dengan Pentium II Celeron. Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.
PENTIUM III
Pada tahun 1999 lahirlah Pentium III, Pentium III lahir dengan slogan “Internet Streaming Extension”. Pentium III didukung dengan 44 juta transistor dan dapat mendukung lebih banyak proses secara paralel. Pada tahun ini juga lahir Processor Intel® Celeron® yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat.
Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium.
Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu. Kemudian muncul lagi pengembangan dari Intel® Pentium® III Processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara. I
Intel® Pentium® III Xeon® Processor merupakan produk terakhir dari Pentium III series. Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.
PENTIUM IV
Kelahiran Intel® Pentium® 4 Processor terjadi pada tahun 2000. Dengan clock 4 kali lebih besar dari Pentium III, Pentium 4 lahir dengan clock hingga 3.8 GHz. Processor ini mampu melaksanakan perintah jauh lebih banyak pada proses yang sama. Varian lain dari Pentium 4 ini adalah Pentium 4 Hyperthreading.
Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.
Pada tahun 2001 Intel kembali merilis Intel® Xeon® Processor untuk kebutuhan server. Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.
INTEL ITANIUM
Pada tahun 2001 Processor Intel® Itanium® dilahirkan. Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu.
Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
Selanjutnya pada tahun 2002, Intel® Itanium® 2 Processor merupakan generasi berikutnya. Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium. Processor 64 bit dengan 221 juta transistor ini mencapai clock maksimum 1 GHz. Processor ini tidak sukses di pasaran, bahkan namanyapun nyaris tidak pernah terdengar.
INTEL PENTIUM M
Processor Intel® Pentium® M Processor yang ditujukan untuk notebook ini dikenal dengan Pentium M tahun 2003. Merupakan processor yang dirampingkan hingga 77 juta transistor. Pentium M dibuat untuk menggantikan Pentium 4 yang boros penggunaan daya pada notebook. Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™.
Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana. Lanjut ke tahun 2004, Muncul lagi Intel Pentium M 735/745/755 processors yang dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
Masih pada tahun yang sama Intel E7520/E7320 Chipsets lahir. 7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.
INTEL PENTIUM DUAL CORE
Pada tahun 2005 Penggabungan kinerja Hyperthreading dan penggunaan daya Pentium M, lahir processor DualCore dengan clock maksimal 2 GHz.
Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.
Intel Pentium D 820/830/840 Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.
INTEL CORE 2 DUO dan CORE 2 QUAD
Pada tahun 2006 Penggunaan dan pemasaran generasi DualCore belum habis, setahun kemudian diluncurkan Core2Duo yang mengintegrasikan hampir 300 juta transistor dengan 2 buah core yang bekerja dalam 1 processor mampu bekerja hingga 3.3 GHz. Masih di tahun yang sama Intel Core 2 Quad Q6600 muncul Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP ).
Untuk server ditahun yang sama Intel Quad-core Xeon X3210/X3220 diproduksi. Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP).
INTEL CORE i3, i5 dan i7
Pada tahun 2009 Processor Intel i Series lahir. Dimulai dari Intel Core i3. Intel Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.
Intel Core i5
Jika Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka Lynnfield adalah codename untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik begitu mendengar kata value ? Tepat ! Core i5 akan dipasarkan dengan harga sekitar US$186.
Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge.
Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.
Intel juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan untuk notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.
Intel Core i7
Core i7 sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.
INTEL SANDY BRIDGE
Pada tahun 2011, lahir generasi 2 dari intel core i 2000 series. Intel core i3, i5 dan i7 Sany Bridge Series. Keunggulan processor ini dari generasi sebelumnya adalah, graphic lebih maknyus, clock speed yang lebih tinggi dan TDP yang lebih rendah. Processor Seri ini menggunakan Chipset dengan socket LGA 1155.
Processor unggulan Sandy Bridge Series adalah Intel Core i7 2700K. Procie ini memiliki Quard Core Processor (4 Core), Clock Speed 3.5 GHz dan turbo clock speed 3.9 GHz, Graphic Clock mode standar mencapai 850 MHz dan pada moder turbo turbo mampu mencapai kecepatan 1350 MHz, Chace dibekali 8 MB, TDP 95 W, Diproduksi pada 2011-10-24, dengan harga $332, menggunakan socket LGA 1155 DMI 2.0, PCIe 2.0, memory Up to dual channel DDR3-1333.
INTEL IVY BRIDGE
Pada tahun 2012, muncul lagi intel generasi 3 yaitu Intel Core i 3000 Series dengan chipset LGA 1155 dan LGA 2011. Kenggullan dari generasi sabelumnya adalah peningkatan teknology menjadi lebih tinggi, graphic yang menggunakan seri terbaru yang tentu saja lebih cepat, clock speed yang ditingkatkan dan pengurangan TDP artinya penggunaan menjadi lebih rendah (hanya berlaku procie yang memiliki spek yang sama).
Produk unggulan pada seri ini adalah Core i7 Extreme 3970X, memiliki 6 core (12 thread), clock 3.5 GHz dan turbo4.0 GHz, Chace 15 MB, TDP 150 W, Diproduksi pada 2012-11-12, dengan harga $999, menggunakan socket terbaru yaitu LGA 2011, DMI 2.0, tentu saja sudah mendukung PCIe 2.0 untuk keperluan graphic tambahan, Memory Up to quad channel DDR3-1600.
INTEL HASWELL
Tahun 2013, Intel kembali merilis processor berteknologi tinggi. Intel generasi 4 core i 4000 series. Kenggullan dari generasi sabelumnya adalah peningkatan teknolog, graphic, clock speed dan pengurangan TDP.
Produk unggulan pada seri ini adalah Core i7 Extreme 4960X, memiliki 6 core (12 thread), dengan clock speed 3.6 GHz dan turbo 4.0 GHz, chace 15 MB, TDP 130 W, Diproduksi 10 September 2013, harga $999, LGA 2011, DMI 2.0 PCIe 3.0, Memory Up to quad channel DDR3-1866.
Untuk fitur, procie seri ini jauh meninggalkan seri sebelumnya.
Source: https://gamerindo.net/sejarah-dan-perkembangan-processor-intel
https://sia201108s.wordpress.com/2011/12/22/prosesor-intel-kelebihan-dan-kelemahannya/
http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/default/index http://baak.gunadarma.ac.id http://gunadarma.ac.id http://library.gunadarma.ac.id
Jumat, 20 Oktober 2017
Selasa, 25 April 2017
Code Detektor Pendeteksi Kebocoran Gas
#include // i2C Conection Library
#include //Memanggil i2C LCD Library
#define ON 0 // Relay ON
#define OFF 1 //Relay OFF
//Sesuaikan address pada inisialisasi dibawah ini dengan address LCD anda..
LiquidCrystal_I2C lcd(0x3F, 16, 2);
const int SensorPin = A0; // Sensor Gas
const int TestPin = A1; // Tombol Test
const int WarningPin = 11; // Lampu Emergency
const int BuzzerPin = 12; // Active Buzzer
const int LedPin = 13; // LED Indicator Sensor
float ppmGas; // Gas dalam 'ppm'->perkiraan
float GasPercent; // Gas dalam 'Percent'
const int GasMax = 50; // Persentase Maximal Gas
void setup() {
pinMode (A1,INPUT_PULLUP); // untuk tombol test
pinMode (11,OUTPUT); digitalWrite (11, OFF); // membuat lampu emergency off
pinMode (12,OUTPUT); // untuk buzzer
pinMode (13,OUTPUT); lcd.begin(); // memulai koneksi i2c dengan LCD
lcd.setCursor (0,0);
lcd.print(F("Silahkan Masukan"));
lcd.setCursor (0,1);
lcd.print(F(" Gas LPG "));
delay (2000);lcd.clear();
}
void loop() {
// untuk membuat program utama dan melakukan pengulangan:
GasPercent = map(analogRead(SensorPin),0,1023,0,100); // untuk mengatur kadar kebocoran gas
ppmGas = map(analogRead(SensorPin),0,1023,0,10000); // kadar gas dalam perkiraan
lcd.setCursor (0,0);
lcd.print ("P.Gas:"); lcd.print (GasPercent,1); // batas max kebocoran gas
lcd.print ("%"); lcd.print ("TABUNG GAS ADA YANG BOCOR"); // lcd akan menampilkan kalimat tersebut jika sudah melewati 50%
lcd.setCursor (0,1);
lcd.print ("C.Gas:"); lcd.print (ppmGas,0);
lcd.print ("ppm"); lcd.print ("TABUNG GAS TIDAK ADA YANG BOCOR"); // lcd akan menampilkan kalimat tersbut jika perkiraan ppm 0%
if( GasPercent>GasMax || digitalRead(TestPin) == LOW ){
digitalWrite(BuzzerPin,HIGH); // jika kadar gas > 50% buzzer aktif
digitalWrite(WarningPin, ON); // dan peringatan akan ON
gasStat = "Hi";
else {
digitalWrite(BuzzerPin,LOW); // jika kadar gas < 50% buzzer OFF
digitalWrite(WarningPin, OFF); // peringatan akan OFF
gasStat = "Lo";
blinkingLed (interval); // jarak led kedap-kedip
delay(100); //delay pada sensor
}
Rabu, 12 April 2017
PENGUAT VIDEO
Fungsi bagian penguat Video IF.
Penguat Video IF merupakan sebuah Band Pass Amplifier yang berfungsi untuk mempekuat frekuensi menengah atau IF (Intermediate Frequency) sinyal pembawa gambar yang berasal dari keluaran Tuner agar levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian video detektor. Untuk sistim PAL BG seperti di Indonesia spektrum frekuensi penguat video IF menggunakan center pada frekuensi 38.9Mhz untuk IF sinyal pembawa gambar (video carrier) dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara (sound carrier).
Penguat Video IF merupakan sebuah Band Pass Amplifier yang berfungsi untuk mempekuat frekuensi menengah atau IF (Intermediate Frequency) sinyal pembawa gambar yang berasal dari keluaran Tuner agar levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian video detektor. Untuk sistim PAL BG seperti di Indonesia spektrum frekuensi penguat video IF menggunakan center pada frekuensi 38.9Mhz untuk IF sinyal pembawa gambar (video carrier) dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara (sound carrier).
Alasan penggunaan frekuensi IF.
Frekuensi yang digunakan oleh stasiun siaran tv sangat luas sekali , mulai dari frekensi 30Mhz hingga 900Mhz. Sinyal yang diterima antena tv sangat lemah sekali (hanya sekian per juta volt), dimana sinyal ini harus diperkuat agar levelnya kurang lebih menjadi sekitar 2v pp (peak-to-peak). Adalah sangat sulit untuk men-desain sebuah penguat frekuensi tinggi yang stabil yang mampu bekerja pada spektrum frekuensi yang demikian luas seperti ini. Akhirnya diketemukan suatu cara penerimaan yang dinamakan sistem “Superheterodyne” dimana dengan cara ini dari berbagai macam frekuensi yang diterima antena perlu dirubah menjadi “hanya satu macam frekuensi” saja, sehingga akan lebih mudah dalam men-desian dan membuat bagian penguatnya.
Frekuensi yang digunakan oleh stasiun siaran tv sangat luas sekali , mulai dari frekensi 30Mhz hingga 900Mhz. Sinyal yang diterima antena tv sangat lemah sekali (hanya sekian per juta volt), dimana sinyal ini harus diperkuat agar levelnya kurang lebih menjadi sekitar 2v pp (peak-to-peak). Adalah sangat sulit untuk men-desain sebuah penguat frekuensi tinggi yang stabil yang mampu bekerja pada spektrum frekuensi yang demikian luas seperti ini. Akhirnya diketemukan suatu cara penerimaan yang dinamakan sistem “Superheterodyne” dimana dengan cara ini dari berbagai macam frekuensi yang diterima antena perlu dirubah menjadi “hanya satu macam frekuensi” saja, sehingga akan lebih mudah dalam men-desian dan membuat bagian penguatnya.
Bagian penguat Video IF sangat penting karena menentukan kualitas-kualitas seperti :
§ Sensitivitas penerimaan atau kemampuan menerima sinyal dari antena yang lemah tetapi tetap dapat memberikan kualitas gambar yang bersih dari noise.
§ Selektivitas penerimaan atau kemampuan untuk memisahkan gangguan dari chanel yang berdekatan
§ Kualitas gambar atau kemampuan untuk memberikan detail gambar yang tajam.
Bagian-bagian dari penguat video IF
§ Sirkit penyesuai impedansi input
§ Penguat pre-amp transistor
§ SAW filter
§ Penguat IF
§ AGC (Autimatic Gain Control)
§ AFT (Automatic Fine Tuning)
§ PLL atau VCO video detektor
§ Noise inverter
§ Video Indentification
IF Pre amplifier
Pemakaian SAW filter menyebabkan terjadi kerugian level sinyal video IF atau istilah teknisnya “insertion loss”. Sebuah penguat Pre-amp yang menggunakan sebuah transistor digunakan untuk meg-“kompensasi” akibat kerugian ini.
Pemakaian SAW filter menyebabkan terjadi kerugian level sinyal video IF atau istilah teknisnya “insertion loss”. Sebuah penguat Pre-amp yang menggunakan sebuah transistor digunakan untuk meg-“kompensasi” akibat kerugian ini.
SAW filter (Surface Acoustic Wave)
Merupakan “filter band pass” yang hanya akan melewatkan frekuensi pembawa gambar dengan center frekuensi 38.9Mhz dan sinyal pembawa suara dengan center frekuensi 33.4Mhz. Atau secara keseluruhan SAW fiter mempunyai “frekuensi respons” (melewatkan hanya frekuensi) mulai dari 33.15 hingga 40.15Mhz.
Merupakan “filter band pass” yang hanya akan melewatkan frekuensi pembawa gambar dengan center frekuensi 38.9Mhz dan sinyal pembawa suara dengan center frekuensi 33.4Mhz. Atau secara keseluruhan SAW fiter mempunyai “frekuensi respons” (melewatkan hanya frekuensi) mulai dari 33.15 hingga 40.15Mhz.
Kelebihan penggunaan SAW filter :
§ Dengan SAW filter kita tidak perlu lagi melakukan adjustmen.
§ Bentuknya kompak, kecil dan kuat tidak gampang rusak.
§ Kerjanya stabil pada jangka yang lama.
§ dapat memberikan kualitas gambar yang bagus
Kelemahan SAW filter
SAW filter bekerja dengan cara merubah getaran listrik frekuensi tinggi menjadi getaran mekanik akustik pada bagian input, dan kemudian merubah kembali menjadi getaran listrik pada bagian output. Hal ini menyebabkan terjadi kerugian level sinyal atau disebut “insertion loos”. Oleh karena itu maka dibutuhkan satu tingkat penguat transistor untuk mengkompensasi kerugian semacam ini.
SAW filter bekerja dengan cara merubah getaran listrik frekuensi tinggi menjadi getaran mekanik akustik pada bagian input, dan kemudian merubah kembali menjadi getaran listrik pada bagian output. Hal ini menyebabkan terjadi kerugian level sinyal atau disebut “insertion loos”. Oleh karena itu maka dibutuhkan satu tingkat penguat transistor untuk mengkompensasi kerugian semacam ini.
Penguat IF
Umumnya sirkit penguat IF menggunakan tiga tingkat penguat cascode untuk memperkuat sinyal video IF. Sirkit menggunakan “balance input” dari SAW filter.
Umumnya sirkit penguat IF menggunakan tiga tingkat penguat cascode untuk memperkuat sinyal video IF. Sirkit menggunakan “balance input” dari SAW filter.
AGC (Automatic Gain Control)
Sinyal gambar dimodulasikan menggunakan sistem AM (amplitudo modulasi). Oleh karena itu cacat amplitudo akan dapat menyebabkan gambar rusak. Penguat video IF dirancang agar keluaran dari sirkit video detektor adalah konstant sebesar 2v pp. Fungsi AGC adalah untuk “mengurangi faktor penguatan” bagian penguat video IF jika sinyal RF yang diterima terlalu kuat, dengan tujuan untuk menjaga agar level keluaran sinyal video tetap terjaga konstan pada level 2v pp. AGC bekerja dengan sistem loop umpan balik tertutup, kuat lemahnya sinyal keluaran dari sirkit video detektor digunakan sebagai umpan balik untuk pengendalian faktor penguatan pada bagian IF amplifier dan Tuner.
Sinyal gambar dimodulasikan menggunakan sistem AM (amplitudo modulasi). Oleh karena itu cacat amplitudo akan dapat menyebabkan gambar rusak. Penguat video IF dirancang agar keluaran dari sirkit video detektor adalah konstant sebesar 2v pp. Fungsi AGC adalah untuk “mengurangi faktor penguatan” bagian penguat video IF jika sinyal RF yang diterima terlalu kuat, dengan tujuan untuk menjaga agar level keluaran sinyal video tetap terjaga konstan pada level 2v pp. AGC bekerja dengan sistem loop umpan balik tertutup, kuat lemahnya sinyal keluaran dari sirkit video detektor digunakan sebagai umpan balik untuk pengendalian faktor penguatan pada bagian IF amplifier dan Tuner.
Ada 2 macam sirkit AGC yang bekerja pada bgaian video IF :
§ IF AGC – Merupakan sirkit internal didalam ic video IF yang berfungsi untuk mengurangi faktor penguatan bagian sirkit penguat video IF.
§ RF AGC – Merupakan sirkit yang bekerja eksternal. Jika penguatan bagian penguat video IF sudah minimal tetapi sinyal yang diterima masih terlalu kuat, maka akan bekerja eksternal AGC yang akan mengurangi faktor penguatan bagian penerima Tuner
PLL
atau disebut juga sebagai Video demodulator, Low level detector. Tv jaman kuno detektor menggunakan diode germanium yang bekerja seperti prinsip diode penyearah. detektor semacam ini mempunyai kelemahan dimana informasi gambar akan kehilangan detail pada sinyal gambar yang levelnya kecil. Sehingga saat ini video detektor menggunakan sirkit low level detektor. Sistem kerjanya secara detail bermacam-macam tergantung dari desain pabrikan ic tersebut.
atau disebut juga sebagai Video demodulator, Low level detector. Tv jaman kuno detektor menggunakan diode germanium yang bekerja seperti prinsip diode penyearah. detektor semacam ini mempunyai kelemahan dimana informasi gambar akan kehilangan detail pada sinyal gambar yang levelnya kecil. Sehingga saat ini video detektor menggunakan sirkit low level detektor. Sistem kerjanya secara detail bermacam-macam tergantung dari desain pabrikan ic tersebut.
Salah satunya adalah seperi contoh dibawah ini:
VCO (voltage control osilator) merupakan pembangkit frekuensi tinggi dimana frekuensinya dapat dikendalikan secara otomatis dengan sirkit PLL (Phase Lock Loop) agar frekuensi dan phasanya selalu tepat dengan frekuensi sinyal pembawa IF 38.9Mhz. Sinyal ini digunakan untuk mendeteksi atau “menyaring” sinyal gambar dari sinyal pembawanya (atau memisahkan sinyal video dari sinyal pembawa gambar 38.9Mhz).
Pada sirkit video IF model lama masih membutuhkan eksternal coil yang perlu diajust tepat pada frekwensi 38.9Mhz. Tetapi perkembangan selanjutnya pada model-model baru tidak lagi digunakan eksternal coil ini, dan adjustmen dapat dilakukan oleh mikroprosesor melalui komunikasi data IC2CBus (SDA/SDL).
VCO (voltage control osilator) merupakan pembangkit frekuensi tinggi dimana frekuensinya dapat dikendalikan secara otomatis dengan sirkit PLL (Phase Lock Loop) agar frekuensi dan phasanya selalu tepat dengan frekuensi sinyal pembawa IF 38.9Mhz. Sinyal ini digunakan untuk mendeteksi atau “menyaring” sinyal gambar dari sinyal pembawanya (atau memisahkan sinyal video dari sinyal pembawa gambar 38.9Mhz).
Pada sirkit video IF model lama masih membutuhkan eksternal coil yang perlu diajust tepat pada frekwensi 38.9Mhz. Tetapi perkembangan selanjutnya pada model-model baru tidak lagi digunakan eksternal coil ini, dan adjustmen dapat dilakukan oleh mikroprosesor melalui komunikasi data IC2CBus (SDA/SDL).
Noise Inverter
Sirkit noise inverter dipasang sesudah sirkit video detektor. Digunakan untuk menghilangkan gangguan noise frekuennsi tinggi. yang ada pada sinyal gambar (video).
Ada 2 macam gangguan frekuensi tinggi, yaitu
Sirkit noise inverter dipasang sesudah sirkit video detektor. Digunakan untuk menghilangkan gangguan noise frekuennsi tinggi. yang ada pada sinyal gambar (video).
Ada 2 macam gangguan frekuensi tinggi, yaitu
§ Black noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna hitam.
§ White noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna putih.
Dinamakan noise inverter, karena pada sirkit ini untuk menghilangkan noise digunakan sebuah sirkit inverter. Suatu sirkit filter frekuensi tinggi digunakan untuk menyaring agar hanya frekuensi tinggi yang berisi noise saja yang dapat lewat. Kemudian frekuensi tinggi ini phasanya dibalik 180 derajat. Sinyal frekuensi tinggi yang phasanya dibalik ini kemudian dicampur dengan sinyal video yang masih mengandung noise. Hasilnya sinyal frekuensi tinggi yang phasenya dibalik akan saling menghilangkan dengan noise frekuensi tinggi yang dibawa sinyal video, karena phasenya berlawanan. Maka keluaran dari noise inverter akan merupakan sinyal video yang bebas dari noise.
Video Indentifikasi (ID)
Istilah lainnya adalah SD (Sync Detect) atau HS (Hor Sync). Merupakan sirkit yang akan mengoutputkan tegangan pulsa dc jika bagian penguat video IF menerima siaran tv. Sinyal ini sebenarnya merupakan sinyal “sinkronisasi horisontal”.
Sinyal ini digunakan untuk membedakan antara sinyal tv dari gangguan sinyal lainnya yang mungkin diterima antena, misalnya harmonic dari siaran amatir dan berfungsi untuk :
Istilah lainnya adalah SD (Sync Detect) atau HS (Hor Sync). Merupakan sirkit yang akan mengoutputkan tegangan pulsa dc jika bagian penguat video IF menerima siaran tv. Sinyal ini sebenarnya merupakan sinyal “sinkronisasi horisontal”.
Sinyal ini digunakan untuk membedakan antara sinyal tv dari gangguan sinyal lainnya yang mungkin diterima antena, misalnya harmonic dari siaran amatir dan berfungsi untuk :
§ Sebagai referensi sinyal stop pada saat manual/auto search dengan sinyal tegangan AFT. Pada saat manual/auto search pin-video indentifikasi akan berubah sesaat dari nol menjadi “high” ketika pas terima siaran.
§ Sebagi kontrol sinyal video-mute (blue back). Jika tidak terima siaran maka pin-video indentifikasi tegangannya nol. Tegangan ini diiputlan ke mikrokontrol dan selanjutnya mikrokontrol akan melakukan audio/video muting.
Sirkit video IF model lama belum menggunakan sirkit semacam ini, karena model lama belum mempunyai fasilitas manual/auto search.
Rabu, 05 April 2017
AMPLIFIER LINEAR A,B,AB, dan C
LINEAR AMPLIFIER
Terdapat 2 type dasar pada power amplifier yang digunakan pada transmitter: Linear dan Class C. semua audio merupakan amplifier linear, amplifier RF linear digunakan untuk meningkatkan power level pada amplitudo RF yang rendah.
Amplifier linear beroperasi pada kelas A, B, AB dan C. Setiap kelas pada amplifier membedakan biasnya.
Pada bias Kelas A sinyal arus yang dikuatkan mengalir berupa lingkaran penuh, 3600 sehingga sinyal output tidak pernah mencapai saturasi atau cutoff sehingga tetap berada pada pengoperasian parameter linier namun sangat tidak efisien oleh karena itu Amplifier kelas A biasa digunakan pada rangkaian bertegangan rendah..
Bentuk Gelombang Output Kelas A
Pada bias Kelas AB melakukan pembiasannya dekat dengan cutoff dengan meneruskan aliran arus. Kelas AB efisiensinya sedikit lebih tinggi dari kelas A karena arus output yang mengalir melalui amplifier akan lebih kecil dan bentuknya bukan lingkaran penuh, biasanya lebih dari 1800 tapi kurang dari 3600. juga merupakan common bias untuk push-pull audio power amplifier maupun power amplifier RF linear yang push-pull.
Bentuk Gelombang Output Kelas AB







Kelas B dan Kelas C merupakan amplifier yang paling efisien, karena hanya mengkonsumsi sedikit daya pada input, namu kelas C lebih efisien karena hanya mengkonsumsi arus bocor pada input. Kedua kelas amplifier ini membuat rangkaian power amplifier lebih baik. Kelas B dan C memiliki distorsi namun ada teknik khusu untuk menghilangkan distorsi pada amplifier, sebagai contoh: kelas B dioperasikan pada konfigurasi push-pull, sedangkan kelas C menggunakan resonansi rangkaian LC untuk mengurangi distorsi. Untuk output sinyal kelas B mendekati 1800 dimana kondisi ini terjadi karena setengah lingkaran sinyal RF adalah forward bias pada basis sedangkan setengah lingkaran lain adalah adalah reverse bias pada emitor-basis, menyebabkan pengurangan sinyal output. Amplifier kelas B sendiri mengalami bias di cutoff. Sedangkan untuk kelas C sudut konduksinya sebesar 1200 atau kurang karena sambungan (junction) emitor-basis sedikit berupa reversed bias. kolektor arus pulsa di penguat kelas C diubah menjadi gelombang sinus terus menerus oleh resonan sirkuit. Amplifier kelas C biasanya digunakan untuk meningkatkan daya pada RF
Bentuk Gelombang Output Kelas B
Bentuk Gelombang Output Kelas C
FREKUENSI TRANSISI GAIN UNITY
Adalah frekuensi dimana besarnya penguatan sama dengan unity, atau 0 dB. Dan menghasilkan persamaan:
Dan persamaan diatas dapat mudah dipecahkan untuk memberikan perkiraan yang sangat mendekati
Frekuensi transisinya tidak tergantung pada beta noldan oleh sebab itu, maka relatif konstan bagi suatutipe transistor yang diberikan untuk kondisi pengoperasian tertentu. Tidak seperti frekuensi transisi, waktu transit kedepan relatif tidak tergantung pada kondisi pengoperasian.
AMPLIFIER COMMON EMITER
C3 dan C4 adalah kapasitor pemblokir DC dengan reaktansi yang dapat diabaikan pada frekuensi tinggi. Resistor pada Rbias memasok arus bias ke base, dan ini dapat juga dianggap mempunyai pengaruh yang dapat diabaikan terhadap kinerja pada frekuensi tinggi.
AMPLIFIER COMMON BASE
Efek transistor umpan balik Ccb dapat dinulkan sama sekali dihubungkan dengan kapasitor output Cc dan karena tidak menyumbang kepada kapasitansi input. Oleh karena itu maka resistan input untuk rangkaian CB jauh lebih kecil daripada untuk rangkaian CE.
AMPLIFIER CASCODE
Amplifier common-emiter dan common-base dapat dikombinasikan untuk membentuk sebuah amplifier yang mempunyai penguat daya tinggi dan stabil. Unit kombinasi ini dikenal dengan amplifier cascode.
Pada amplifier cascode dimana komponen biasnya digunakan pada penyederhanaan, kedua transistornya membawa arus kolektor yang sama dan mempunyai transkonduktansi yang sama pula. Maka secara keseluruhan amplifier cascode memiliki ciri kinerja yang serupa dengan yang dimiliki oleh amplifier CE tapi dengan kestabilan (tidak ada perubahan fase 1800), dan karena itu penguatan tegangan tersedia tinggi.
SOAL
1. pemancar yang paling sederhana adalah a(n) ___ sirkuit.
2. informasi yang dikirim dalam bentuk kode titik dan tanda hubung disebut ___ transmisi dan disingkat
_____.
3. frekuensi tetap atau saluran pengoperasian pemancar diperoleh dengan menggunakan a(n) ___.
4. sebuah amplifier yang mengisolasi osilator pembawa dari amplifier pemancar lain dikenal sebagai ___
amplifier.
5. menengah power amplifier tahapan dalam pemancar umumnya disebut sebagai ___.
6. Keluaran RF power amplifier di pemancar kadang-kadang disebut ___.
7. audio sirkuit yang mencegah berlebihan sinyal bandwidth dan atas modulasi disebut ___. sirkuit.
8. dalam PM pemancar, Amplifier Khusus yang disebut ___ digunakan untuk meningkatkan frekuensi pembawa dan
Penyimpangan terhadap nilai-nilai output yang diinginkan.
9. dalam SSB pemancar, frekuensi output akhir biasanya diproduksi oleh a(n) ___ sirkuit sebelum
diperkuat.
10. tingkat kekuatan sinyal SSB harus ditingkatkan oleh ___ Amplifier untuk mencegah distorsi.
11. dimodulasi frekuensi sinyal menggunakan ___ Amplifier untuk kekuatan amplifikasi.
14. linear power amplifier beroperasi kelas ___ dan ___.
15. penguat kelas A Transistor memiliki efisiensi 50 persen. Daya output adalah27W. Kekuatan
dihamburkan di transistor adalah ___ W.
16. kelas A amplifier melakukan untuk derajat ___ gelombang sinus masukan.
17. penyebab diri osilasi dalam transistor RF amplifier adalah ___.
18. diri osilasi dalam RF amplifier yang tidak terjadi pada frekuensi menantikan penguat disebut
_____.
19. diri osilasi dari RF amplifier dapat dihilangkan oleh proses ___.
20. benar atau palsu. Penghapusan osilasi diri dapat dicapai dengan baik induktor umpan balik atau
kapasitor.
21. menggabungkan umpan balik kapasitor dengan kapasitansi internal transistor bentuk a(n) ___ sirkuit
yang digunakan untuk membatalkan osilasi diri.
22. benar atau palsu. Tanpa masukan, penguat kelas B tidak melakukan.
23. kelas B RF power amplifier biasanya digunakan a(n) ___ konfigurasi.
24. penguat kelas C melakukan untuk sekitar ___ derajat derajat ___ sinyal input.
25. dalam kelas C penguat kolektor arus mengalir dalam bentuk ___.
26. di penguat kelas C, lengkap sinusoidal output sinyal yang dihasilkan oleh a(n) ___.
JAWABAN
1. Osilator
2. Continuous-wave, CW
3. Kristal Osilator
4. Buffer
5. Drivers
6. Final
7. Speech-processing
8. Frequency multipliers
9. Mixer
10. Linear
11. Kelas C
14., B, AB
15. 27
16. 360
17. basis-kolektor kapasitansi
18. parasit osilasi
19. netralisasi
20. benar
21. jembatan
22. benar
23. Tekan-tarik
24. 90, 150
25. pulsa
26. disetel atau resonan sirkuit
Langganan:
Postingan (Atom)








