Rabu, 12 April 2017

PENGUAT VIDEO

Fungsi bagian penguat Video IF. 
Penguat Video IF merupakan sebuah Band Pass Amplifier yang berfungsi untuk mempekuat frekuensi menengah atau IF (Intermediate Frequency) sinyal pembawa gambar yang berasal dari keluaran Tuner agar levelnya mencukupi untuk dideteksi oleh bagian video detektor. Untuk sistim PAL BG seperti di Indonesia spektrum frekuensi penguat video IF menggunakan center pada frekuensi 38.9Mhz untuk IF sinyal pembawa gambar (video carrier) dan 33.4Mhz untuk sinyal IF pembawa suara (sound carrier).

Alasan penggunaan frekuensi IF. 
Frekuensi yang digunakan oleh stasiun siaran tv sangat luas sekali , mulai dari frekensi 30Mhz hingga 900Mhz. Sinyal yang diterima antena tv sangat lemah sekali (hanya sekian per juta volt), dimana sinyal ini harus diperkuat agar levelnya kurang lebih menjadi sekitar 2v pp (peak-to-peak). Adalah sangat sulit untuk men-desain sebuah penguat frekuensi tinggi yang stabil yang mampu bekerja pada spektrum frekuensi yang demikian luas seperti ini. Akhirnya diketemukan suatu cara penerimaan yang dinamakan sistem “Superheterodyne” dimana dengan cara ini dari berbagai macam frekuensi yang diterima antena perlu dirubah menjadi “hanya satu macam frekuensi” saja, sehingga akan lebih mudah dalam men-desian dan membuat bagian penguatnya.

Bagian penguat Video IF sangat penting karena menentukan kualitas-kualitas  seperti :
§ Sensitivitas penerimaan atau kemampuan menerima sinyal dari antena yang lemah tetapi tetap dapat memberikan kualitas gambar yang bersih dari noise.
§ Selektivitas penerimaan atau kemampuan untuk memisahkan gangguan dari chanel yang berdekatan
§ Kualitas gambar atau kemampuan untuk memberikan detail gambar yang tajam.

Bagian-bagian dari penguat video IF
§ Sirkit penyesuai impedansi input
§ Penguat pre-amp transistor
§ SAW filter
§ Penguat IF
§ AGC (Autimatic Gain Control)
§ AFT (Automatic Fine Tuning)
§ PLL atau VCO video detektor
§ Noise inverter
§ Video Indentification

IF Pre amplifier 
Pemakaian SAW filter menyebabkan terjadi kerugian level sinyal video IF atau istilah teknisnya “insertion loss”.  Sebuah penguat Pre-amp  yang menggunakan sebuah transistor digunakan untuk meg-“kompensasi” akibat  kerugian ini.

SAW filter (Surface Acoustic Wave) 
Merupakan “filter band pass” yang hanya akan melewatkan frekuensi pembawa gambar dengan center frekuensi 38.9Mhz dan sinyal pembawa suara dengan center frekuensi 33.4Mhz. Atau secara keseluruhan SAW fiter mempunyai “frekuensi respons” (melewatkan hanya frekuensi) mulai dari 33.15 hingga 40.15Mhz.
Kelebihan penggunaan SAW filter :
§ Dengan SAW filter kita tidak perlu lagi melakukan adjustmen.
§ Bentuknya kompak, kecil dan kuat tidak gampang rusak.
§ Kerjanya stabil pada jangka yang lama.
§ dapat memberikan kualitas gambar yang bagus
Kelemahan SAW filter
SAW filter bekerja dengan cara merubah getaran listrik frekuensi tinggi menjadi getaran mekanik akustik pada bagian input, dan kemudian merubah kembali menjadi getaran listrik pada bagian output. Hal ini menyebabkan terjadi kerugian level sinyal atau disebut “insertion loos”. Oleh karena itu maka dibutuhkan satu tingkat penguat transistor untuk mengkompensasi kerugian semacam ini.

Penguat IF
Umumnya sirkit penguat IF menggunakan tiga tingkat penguat cascode untuk memperkuat sinyal video IF. Sirkit menggunakan “balance input” dari SAW filter.

AGC (Automatic Gain Control) 
Sinyal gambar dimodulasikan menggunakan sistem AM (amplitudo modulasi). Oleh karena itu cacat amplitudo akan dapat menyebabkan gambar rusak. Penguat video IF dirancang agar keluaran dari sirkit video detektor adalah konstant sebesar 2v pp. Fungsi AGC adalah  untuk “mengurangi faktor penguatan” bagian penguat video IF jika sinyal RF yang diterima terlalu kuat, dengan tujuan untuk menjaga agar level keluaran sinyal video tetap terjaga konstan pada level 2v pp. AGC bekerja dengan sistem loop umpan balik tertutup, kuat lemahnya sinyal keluaran dari sirkit video detektor digunakan sebagai umpan balik untuk pengendalian faktor penguatan pada bagian IF amplifier dan Tuner.
Ada 2 macam sirkit AGC yang bekerja pada bgaian video IF :
§ IF AGC – Merupakan sirkit internal didalam ic video IF yang berfungsi untuk mengurangi faktor penguatan bagian sirkit penguat video IF.
§ RF AGC – Merupakan sirkit yang bekerja eksternal.  Jika penguatan bagian penguat video IF sudah minimal tetapi sinyal yang diterima masih terlalu kuat, maka akan bekerja eksternal AGC yang akan mengurangi faktor penguatan bagian penerima Tuner
PLL
atau disebut juga sebagai Video demodulator, Low level detector.  Tv jaman kuno detektor menggunakan diode germanium yang bekerja seperti prinsip diode penyearah. detektor semacam ini mempunyai kelemahan dimana informasi gambar akan kehilangan detail pada sinyal gambar yang levelnya kecil. Sehingga saat ini video detektor menggunakan sirkit low level detektor. Sistem kerjanya secara detail bermacam-macam tergantung dari desain pabrikan ic tersebut.
Salah satunya adalah seperi contoh dibawah ini:
VCO (voltage control osilator) merupakan pembangkit frekuensi tinggi dimana frekuensinya dapat dikendalikan secara otomatis dengan sirkit PLL (Phase Lock Loop) agar  frekuensi dan phasanya selalu tepat  dengan frekuensi sinyal pembawa IF 38.9Mhz. Sinyal ini digunakan untuk mendeteksi atau “menyaring”  sinyal gambar dari sinyal pembawanya (atau memisahkan sinyal video dari sinyal pembawa gambar 38.9Mhz).
Pada sirkit video IF model lama masih membutuhkan eksternal coil yang perlu diajust tepat pada frekwensi 38.9Mhz. Tetapi perkembangan selanjutnya pada model-model baru tidak lagi digunakan eksternal coil ini, dan adjustmen dapat dilakukan oleh mikroprosesor melalui komunikasi data IC2CBus (SDA/SDL).

Noise Inverter
Sirkit noise inverter dipasang sesudah sirkit video detektor.  Digunakan untuk menghilangkan gangguan noise frekuennsi tinggi. yang ada pada sinyal gambar (video).
Ada 2 macam gangguan frekuensi tinggi, yaitu
§ Black noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna hitam.
§ White noise – yaitu gangguan noise yang berupa garis-garis pendek berwarna putih.
Dinamakan noise inverter, karena pada sirkit ini untuk menghilangkan noise digunakan sebuah sirkit inverter. Suatu sirkit filter frekuensi tinggi digunakan untuk menyaring agar hanya frekuensi tinggi yang berisi noise saja yang dapat lewat. Kemudian frekuensi tinggi ini phasanya dibalik 180 derajat. Sinyal frekuensi tinggi yang phasanya dibalik ini kemudian dicampur dengan sinyal video yang masih mengandung noise. Hasilnya sinyal frekuensi tinggi yang phasenya dibalik akan saling menghilangkan dengan noise frekuensi tinggi yang dibawa sinyal video, karena phasenya berlawanan.  Maka keluaran dari noise inverter akan merupakan sinyal video yang bebas dari noise.

Video Indentifikasi (ID) 
Istilah lainnya adalah SD (Sync Detect) atau HS (Hor Sync). Merupakan sirkit yang akan mengoutputkan tegangan pulsa dc jika bagian penguat video IF menerima siaran tv. Sinyal ini sebenarnya merupakan sinyal “sinkronisasi horisontal”.
Sinyal ini digunakan untuk membedakan antara sinyal tv dari gangguan sinyal lainnya yang mungkin diterima antena,  misalnya harmonic dari siaran amatir dan berfungsi untuk :
§ Sebagai referensi sinyal stop pada saat manual/auto search dengan sinyal tegangan AFT. Pada saat manual/auto search pin-video indentifikasi akan berubah sesaat dari nol menjadi “high” ketika pas terima siaran.
§ Sebagi kontrol sinyal video-mute (blue back). Jika tidak terima siaran maka pin-video indentifikasi tegangannya nol. Tegangan ini diiputlan ke mikrokontrol dan selanjutnya mikrokontrol akan melakukan audio/video muting.
Sirkit video IF model lama belum menggunakan sirkit semacam ini, karena model lama belum mempunyai fasilitas manual/auto search.



Rabu, 05 April 2017

AMPLIFIER LINEAR A,B,AB, dan C

LINEAR AMPLIFIER

Terdapat 2 type dasar pada power amplifier yang digunakan pada transmitter: Linear dan Class C. semua audio merupakan amplifier linear, amplifier RF linear digunakan untuk meningkatkan power level pada amplitudo RF yang rendah.

Amplifier linear beroperasi pada kelas A, B, AB dan C. Setiap kelas pada amplifier membedakan biasnya.

Pada bias Kelas A sinyal arus yang dikuatkan mengalir berupa lingkaran penuh, 3600 sehingga sinyal output tidak pernah mencapai saturasi atau cutoff sehingga tetap berada pada pengoperasian parameter linier namun sangat tidak efisien oleh karena itu Amplifier kelas A biasa digunakan pada rangkaian bertegangan rendah..


Bentuk Gelombang Output Kelas A
Pada bias Kelas AB melakukan pembiasannya dekat dengan cutoff dengan meneruskan aliran arus. Kelas AB efisiensinya sedikit lebih tinggi dari kelas A karena arus output yang mengalir melalui amplifier akan lebih kecil dan bentuknya bukan lingkaran penuh, biasanya lebih dari 1800  tapi kurang dari 3600. juga merupakan common bias untuk push-pull audio power amplifier maupun power amplifier RF linear yang push-pull.


Bentuk Gelombang Output Kelas AB




Kelas B dan Kelas C merupakan amplifier yang paling efisien, karena hanya mengkonsumsi sedikit daya pada input, namu kelas C lebih efisien karena hanya mengkonsumsi arus bocor pada input. Kedua kelas amplifier ini membuat rangkaian power amplifier lebih baik. Kelas B dan C memiliki distorsi namun ada teknik khusu untuk menghilangkan distorsi pada amplifier, sebagai contoh: kelas B dioperasikan pada konfigurasi push-pull, sedangkan kelas C menggunakan resonansi rangkaian LC untuk mengurangi distorsi. Untuk output sinyal kelas B mendekati 1800 dimana kondisi ini terjadi karena setengah lingkaran sinyal RF adalah forward bias pada basis sedangkan setengah lingkaran lain adalah adalah reverse bias pada emitor-basis, menyebabkan pengurangan sinyal output. Amplifier kelas B sendiri mengalami bias di cutoff. Sedangkan untuk kelas C sudut konduksinya sebesar 1200 atau kurang karena sambungan (junction) emitor-basis sedikit berupa reversed bias. kolektor arus pulsa di penguat kelas C diubah menjadi gelombang sinus terus menerus oleh resonan sirkuit. Amplifier kelas C biasanya digunakan untuk meningkatkan daya pada RF

Bentuk Gelombang Output Kelas B
Bentuk Gelombang Output Kelas C

FREKUENSI TRANSISI GAIN UNITY

Adalah frekuensi dimana besarnya penguatan sama dengan unity, atau 0 dB. Dan menghasilkan persamaan:

Dan persamaan diatas dapat mudah dipecahkan untuk memberikan perkiraan yang sangat mendekati


Frekuensi transisinya tidak tergantung pada beta noldan oleh sebab itu, maka relatif konstan bagi suatutipe transistor yang diberikan untuk kondisi pengoperasian tertentu. Tidak seperti frekuensi transisi, waktu transit kedepan relatif tidak tergantung pada kondisi pengoperasian.

AMPLIFIER COMMON EMITER


C3 dan C4 adalah kapasitor pemblokir DC dengan reaktansi yang dapat diabaikan pada frekuensi tinggi. Resistor pada Rbias memasok arus bias ke base, dan ini dapat juga dianggap mempunyai pengaruh yang dapat diabaikan terhadap kinerja pada frekuensi tinggi.

AMPLIFIER COMMON BASE


Efek transistor umpan balik Ccb dapat dinulkan sama sekali dihubungkan dengan kapasitor output Cc dan karena tidak menyumbang kepada kapasitansi input. Oleh karena itu maka resistan input untuk rangkaian CB jauh lebih kecil daripada untuk rangkaian CE.

AMPLIFIER CASCODE

Amplifier common-emiter dan common-base dapat dikombinasikan untuk membentuk sebuah amplifier yang mempunyai penguat daya tinggi dan stabil. Unit kombinasi ini dikenal dengan amplifier cascode.


Pada amplifier cascode dimana komponen biasnya digunakan pada penyederhanaan, kedua transistornya membawa arus kolektor yang sama dan mempunyai transkonduktansi yang sama pula. Maka secara keseluruhan amplifier cascode memiliki ciri kinerja yang serupa dengan yang dimiliki oleh amplifier CE tapi dengan kestabilan (tidak ada perubahan fase 1800), dan karena itu penguatan tegangan tersedia tinggi.

SOAL


1. pemancar yang paling sederhana adalah a(n) ___ sirkuit.
2. informasi yang dikirim dalam bentuk kode titik dan tanda hubung disebut ___ transmisi dan disingkat
_____.
3. frekuensi tetap atau saluran pengoperasian pemancar diperoleh dengan menggunakan a(n) ___.
4. sebuah amplifier yang mengisolasi osilator pembawa dari amplifier pemancar lain dikenal sebagai ___
amplifier.
5. menengah power amplifier tahapan dalam pemancar umumnya disebut sebagai ___.
6. Keluaran RF power amplifier di pemancar kadang-kadang disebut ___.
7. audio sirkuit yang mencegah berlebihan sinyal bandwidth dan atas modulasi disebut ___. sirkuit.
8. dalam PM pemancar, Amplifier Khusus yang disebut ___ digunakan untuk meningkatkan frekuensi pembawa dan
Penyimpangan terhadap nilai-nilai output yang diinginkan.
9. dalam SSB pemancar, frekuensi output akhir biasanya diproduksi oleh a(n) ___ sirkuit sebelum
diperkuat.
10. tingkat kekuatan sinyal SSB harus ditingkatkan oleh ___ Amplifier untuk mencegah distorsi.
11. dimodulasi frekuensi sinyal menggunakan ___ Amplifier untuk kekuatan amplifikasi.
14. linear power amplifier beroperasi kelas ___ dan ___.
15. penguat kelas A Transistor memiliki efisiensi 50 persen. Daya output adalah27W. Kekuatan
dihamburkan di transistor adalah ___ W.
16. kelas A amplifier melakukan untuk derajat ___ gelombang sinus masukan.
17. penyebab diri osilasi dalam transistor RF amplifier adalah ___.
18. diri osilasi dalam RF amplifier yang tidak terjadi pada frekuensi menantikan penguat disebut
_____.
19. diri osilasi dari RF amplifier dapat dihilangkan oleh proses ___.
20. benar atau palsu. Penghapusan osilasi diri dapat dicapai dengan baik induktor umpan balik atau
kapasitor.
21. menggabungkan umpan balik kapasitor dengan kapasitansi internal transistor bentuk a(n) ___ sirkuit
yang digunakan untuk membatalkan osilasi diri.
22. benar atau palsu. Tanpa masukan, penguat kelas B tidak melakukan.
23. kelas B RF power amplifier biasanya digunakan a(n) ___ konfigurasi.
24. penguat kelas C melakukan untuk sekitar ___ derajat derajat ___ sinyal input.
25. dalam kelas C penguat kolektor arus mengalir dalam bentuk ___.

26. di penguat kelas C, lengkap sinusoidal output sinyal yang dihasilkan oleh a(n) ___.


JAWABAN


1. Osilator
2. Continuous-wave, CW
3. Kristal Osilator
4. Buffer
5. Drivers
6. Final
7. Speech-processing
8. Frequency multipliers
9. Mixer
10. Linear
11. Kelas C
14., B, AB
15. 27
16. 360
17. basis-kolektor kapasitansi
18. parasit osilasi
19. netralisasi
20. benar
21. jembatan
22. benar
23. Tekan-tarik
24. 90, 150
25. pulsa

26. disetel atau resonan sirkuit

Selasa, 28 Maret 2017

Detektor Kebocoran Tabung Gas




Algoritma program dari diagram alir di
atas yaitu :

  1. Langkah pertama yang dilakukan ialah memberikan tegangan kepada alat dengan menggunakan batrai 12V atau adaptor.

  1. Setelah alat menyala, maka led yang berwarna biru menyala, dan lcd  menampilkan kalimat “Silahkan masukan tabung gas”.

  1. Kemudian tabung gas dimasukan ke dalam tempat yang sudah disediakan.

  1. Setelah tabung gas dimasukan ke dalam tempatnya, maka sensor akan mulai mendeteksi gas.

  1. Kemudian pada saat sensor gas sedang mendeteksi lalu mendeteksi kadar gas, maka led merah nyala, speaker bunyi dan lcd menampilkan kalimat “Tabung gas ada yang bocor!!!!”. Lalu setelah beberapa waktu seperti yang sudah dimasukan didalam program, maka alat akan kembali ke dalam kondisi awal.

  1. Tetapi pada saat sensor gas sedang mendeteksi dan tidak mendeteksi kadar gas, maka led putih nyala dan lcd menampilkan kalimat “Tabung gas tidak ada yang bocor!!!”. Kemudian setelah beberapa waktu sepert yang sudah dimasukan didalam program, maka alat akan kembali ke dalam kondisi awal.

Rabu, 25 Januari 2017

V-class Komunikasi Digital 3

1.  Jelaskan tentang teknik encoding Polar!

Sinyal polar adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu logic statenya diwakili oleh level tegangan positif dan yang lainnya oleh level tegangan negatif. Jenis pengkodean polar menggunakan 2 (dua) buah level tegangan yaitu –V dan +V (tegangan positif dan negatif) untuk menyatakan data biner dengan nilai 0 dan 1. Polar pengkodean garis adalah pola sederhana yang menghilangkan sebagian besar sisa masalah tegangan DC.

1. NONRETURN TO ZERO (NRZ)

A.    Nonreturn-to-Zero-Level (NRZ-L)
Level +V digunakan untuk menyatakan data biner 0, sedangkan level tegangan –V digunakan untuk menyatakan data biner 1.
B.     Nonreturn to Zero Inverted (NRZ-I)
Representasi level –V atau +V menyatakan adanya perubahan data biner dari menuju logika 1. Artinya, setiap ada perubahan urutan data biner dari 0 ke 1 atau 1 ke 1, maka level tegangan akan berubah dari sebelumnya. Misalkan level sebelumnya +V maka perubahan bit 0 ke 1 atau 1 ke 1 menyebabkan levelnya menjadi –V dan sebaliknya jika level sebelumnya –V maka perubahan data biner dari 0 ke 1 atau 1 ke 1 menyebabkan levelnya berubah menjadi +V. Perubahan data dari 0 ke 0 dan 1 ke 0 tidak akan menyebabkan perubahan level tegangan.


Gambar Sinyal NRZ-L dan NRZ-I.


2. RETURN ZERO (RZ)
Pengkodean saluran jenis Return to Zero (RZ) menggunakan level –V dan +V dengan transisi di pertengahan bit data biner. Data biner 0 dinyatakan dengan transisi dari level –V menuju 0V, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan transisi dari level +V menuju 0V. Contoh pengkodean saluran jenis RZ ditunjukkan pada gambar berikut ini.




Gambar Sinyal RZ


3. BIPHASE
a)      Manchester
Pengkodean Manchester menggunakan level –V dan +V dengan transisi ditengah-tengah bit data biner. Data biner 0 dinyatakan dengan transisi level tegangan dari +V menuju –V, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan transisi level tegangan dari –V menuju +V.
b)      Differential Manchester
Pengkodean Differential Manchester merupakan modifikasi pengkodean Manchester, dimana letak transisi level tegangan dari –V menuju +V atau sebaliknya yaitu +V menuju –V dipengaruhi oleh data biner. Data biner 0 ditandai dengan transisi level tegangan terletak diawal interval data bit, sedangkan data biner 1 ditandai dengan transisi level tegangan terletak ditengah interval bit dari data.







Gambar Sinyal Manchester dan Differential Manchester


2.  Jelaskan tentang teknik encoding Unipolar! 


Encoding Unipolar adalah suatu pengkodean yang menggunakan hanya satu non-zero dan satu zero level tegangan, yaitu untuk logika 0 memiliki level zero dan untuk logika 1 memiliki level non-zero. Implementasi unipolar line coding merupakan pengkodean sederhana, akan tetapi terdapat dua permasalahan utama yaitu akan muncul komponen DC dan tidak adanya sikronisasi untuk sekuensial data panjang baik untuk logika 1 atau 0.



Gambar Sinyal Unipolar


3.  Jelaskan tentang teknik encoding Bipolar! 


Pengkodean bipolar yaitu pengkodean dengan menggunakan 3 (tiga) buah level tegangan yaitu –V, 0V, dan +V untuk menyatakan data biner. Pengkodean Bipolar-AMI menggunakan level tegangan 0V untuk menyatakan data biner 0, sedangkan data biner 1 dinyatakan dengan level tegangan –V dan +V secara bergantian.



Gambar Sinyal Bipolar-AMI


4.   Apakah yang anda ketahui tentang satelit?


Satelit adalah suatu Station Relay atau Repeater gelombang microwave yang diorbitkan di angkasa, berfungsi untuk menerima, memperkuat atau mengulangi sinyal radio dengan bidang frekuensi tertentu dari bumi setelah diperkuat dan diubah ke bidang frekuensi yang berbeda. Satelit memerlukan orbit Geo-stationary, tinggi 35,784 km. Komunikasi satelit mirip dengan line-of-sight microwave (transmisi mengikuti garis lurus/LoS), hanya saja salah satu stasiunnya, yaitu satelit, mengorbit di atas bumi. Satelit berfungsi seperti antena dan repeater yang sangat tinggi. Sebagai repeater, berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan kembali ke arah bumi sesuai dengan coveragenya, seperti lokasi stasiun tujuan atau penerima.

5.   Sebutkan kelebihan dan kelemahan menggunakan jaringan satelit!

Kelebihan Jaringan Satelit diantaranya :
a.       Cakupan yang luas. Bisa satu Negara, satu wilayah, satu daerah ataupun satu benua.
b.      Bandwith yang tersedia cukup lebar,
c.       Instalasi jaringan segmen bumi yang cepat,
d.      Biaya relative rendah per-site,
e.       Area coverage yang luas, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global, bahkan dapat mencapai setengah dari permukaan bumi,
f.        Dapat Koneksi dimana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan tidak ada masalah dengan jarak, karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi jadi tidak terhalang oleh bangunan-bangunan/ letak geografis bumi,
g.      Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting,
h.      Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice (PABX), video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar dengan menyewa pada provider saja,
i.        Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router,
j.        Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi,
k.      Media transmisi satelite (VSAT) tidak akan bertabrakan dengan VSAT yang lain karena memiliki orbit masing – masing yang bersifat unik, jadi tidak mungkin sama. Sedangkan pada wireless, bisa saja terjadi tabrakan frekuensi dengan pengguna wireless yang lain atau frekuensi di daerah tersebut sudah penuh sehingga mengalami kesulitan.

Kekurangan Jaringan Satelit diantaranya :
a.       Dalam hal keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka,
b.      Harga relatif mahal karena harga peralatan yang mahal,
c.       Memakan tempat, terutama untuk piringannya/antenanya,
d.      Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi,
e.       Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Dan juga, media transmisi satelite rentan terhadap cuaca, debu meteor/debu angkasa, dan keadaan cuaca lainnya,
f.        Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik head-end/teleport maupun ground-segment biasa,
g.      Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.